KementerianPendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Gedung A Lantai 1 dan Mezanin Jl. Jenderal Sudirman, Senayan - Jakarta Indonesia, 10270
I Yayat U Santi!!!" kata-kata ini menghentak kagum ketika mengawali perayaan HUT ke-10 Rukun Tomohon New Hampshire USA (17/9). Gabungan Kabasaran New Hampshire yang dipimpin Samuel Wondal dan Kabasaran Tombulu New Jersey yang diketuai Lucky Golioth menyambut Mayor Dana Hiliard, City of Somersworth, negara bagian New Hampshire, didampingi Tommy Monareh ketua Rukun Tomohon, New Hampshire
Adapundasar pemikiran kedua beliau tersebut bahwa kata-kata "I Yayat U Santi" dari bahasa Tombulu tua yang arti harafia 'acungkan pedang perang'. Dan ini dapat dibuktikan dan disajikan pada tari-tari perang seperti; seruan dalam tari perang cakalele "KAWASARAN' (Kabasaran) adat Minahasa. Inilah konteks pengertiannya untuk logo
iyayat u santi! 999 109. 9 4. 99 20. Yusuf Adriansyah. Tinggal di Kota Bekasi · Didukung oleh . Nehemia Jefino, tinggal di Jakarta (2007-sekarang) dan . Bayu Aditya H, tinggal di Indonesia Penulis punya 4,1 rb jawaban dan 7,1 jt tayangan jawaban · 2thn. Terkait.
TOMOHON Pagelaran Seni Pertunjukan dengan judul "I Yayat U Santi" The Story of Minahasa's Highland Warrior yang mengangkat cerita legenda Waraney dari pegunungan Minahasa kuno, lesung Mahatus oleh IKKON BEKRAF, bertempat di Amphitheater Woloan, Sabtu (2/11/2019). Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak CA bersama Wakil Walikota Syerly Adelyn Sompotan membuka
Tarian Kabasaran Minahasa #iyusbukaneditorberkelas. 56. I yayat u santi 🏽
Jagsz1Q. cr Rian Korengkeng Kabasaran merupakan tarian perang tradisional dari Minahasa Sulawesi Utara. Kabasaran diangkat dari kata “Wasal” yang berarti ayam jantan yang dipotong bagian jenggernya, agar sang ayam menjadi lebih garang atau berani dalam bertarung. Tarian ini biasanya dibawakan oleh kaum pria dengan menggunakan pedang atau tombak, dan gerakannya berupa tiruan perkelahian ayam jantan. Dahulu, tarian ini digunakan sebagai persiapan untuk perang dan penghormatan untuk menjemput tamu agung. Penari Kabasaran harus berasal dari keturunan sesepuh penari Kabasaran, karena sifatnya yang turun temurun. Sehingga, senjatanya juga adalah hasil warisan. Dalam upacara adat Minahasa, Kabasaran adalah prajurit yang memiliki otoritas tinggi dalam berjalannya sebuah upacara adat dan mereka dulunya bisa membunuh atau mengusir “si jahat” yang mengganggu upacara. Prajurit perang ini disebut sebagai “Waraney” yaitu mereka yang dapat melindungi & memimpin suku, menafkahi keluarga dan menjaga tradisi para leluhur Minahasa. cr Rian Korengkeng Bentuk dasar dari tarian ini yaitu, Sembilan jurus pedang “Santi” atau Sembilan jurus tombak “Wengkouw” dengan langkah kuda-kuda 4/4 yang terdiri dari dua langkah ke kiri & dua langkah ke kanan. Tarian ini diiringi oleh alat musik gong, tambur atau kolintang yang disebut “Pa’ Wasalen”. Pada saat tambur dipukul, tarian ini dimulai dengan pekikan suara Sarian pemimpin tarian “I Yayat U Santi!” yang kemudian dibalas dengan “Uhuuy” oleh para penari lain. Kostum Kabasaran identik dengan kain tenun khas Minahasa yang berwarna merah, aksesoris berupa topi yang berhiaskan sayap serta paruh Burung Uwak dan kalung Tengkorak Monyet. Dalam gerakan pedang dan tombak terdapat aturan seperti, pedang santi tidak diperbolehkan untuk menusuk atau menangkis & tombak wengkou hanya untuk gerakan menusuk, sedangkan untuk menangkis menggunakan perisai kelung. Sampai sekarang, tarian adat ini masih digunakan untuk menyambut para tamu dan wisatawan yang datang berkunjung. Maka, Tarian Kabasaran ini masih tetap dipertahankan oleh Waraney seorang yang jujur, pemberani dan bijaksana, sebagai wujud pelestarian adat yang diwariskan para leluhur Minahasa. Seruan “I Yayat U Santi” memiliki arti “Angkatlah & Acungkanlah Pedang Mu”. Oleh karena itu, seruan ini mengajak para Waraney untuk bersama-sama menghadapi tantangan maut demi menjaga kehidupan kita dan anak-cucu-cece kita. Published November 6, 2018November 6, 2018 Post navigation
kabasaran i yayat u santi